Selasa, 14 Februari 2017

Sejarah Hadroh SIROJUSSHOLIHIN




            السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

AWAL MULA BERDIRINYA GROUP HADROH SIROJUSSHOLIHIN
Desa Rejomulyo Kec,Jati Agung Lampung Selatan.


       Salam silaturahim kami haturkan Kepada rekan – rekanku yang setia mengunjungi blog kami ini ,semoga kita semua selalu diberikan limpahan rahmat,nikmat dan kesejahteraan jasmani,rohani sehingga kita dapat menjalankan kewajiban untuk selalu taat Kepada Alloh SWT,dan mudah-mudahan kita mendapat rizki yang berkah,amiin…..
     Disini Kami akan memberitahukan tentang sejarah group hadroh kami yaitu garoup hadroh sirojussholihin,sebelum kami mulai cerita ,izinkan kami untuk mengenalkan ustad – ustad kami yaaa…………….
                                                         
  
                                                   
                                                         
Nama  :  Kyai.A.Sajidin   
Pengasuh majelis ta'lim Sirojussholihin Musholah AL - Khoiriyah 
            Desa Rejomulyo Kec,Jati Agung Lampung Selatan
    



                




Nama  :  Ustad. Sholihun
Beliau adalah ketua dari group hadroh kami dan juga                     sebagai pembimbing kami di majelis ta'lim sirojussholihin.  



                                                   






 Nama   :  Ustad . Shobirin     
 Beliau adalah Pembina group hadroh sirojussholihin









Itulah beberapa ustad dan juga abah yai kami,Dan selanjutnya kami akan mulai cerita tentang sejarah group hadroh kami yaa……..

 

         Awal mula berdirinya group hadroh kami adalah ketika para ustad kami yang di atas tadi berfikir ,bahwasanya di musholah kami ini tidak ada kegiatan apa – apa,hanya kegiatan mengaji saja,dari situlah awalnya group hadroh kami.
      Pada saat itu kami bingung dari mana dana untuk membeli 1 seet alat hadroh.Tak lama kemudian Alloh SWT memberi jalan untuk kemudahan group hadroh kami soal dana ,yaitu dana sumbangan dari hamba alloh .Dari situlah kami memiliki satu set alat hadroh.dan pada saat alat hadroh sudah ada ustad kami mengajari santri* risma al iman untuk belajar memainkan alat hadroh yang baru itu.tak lama kemudian latihan itu terhenti karena para santri tersebut terhalangi oleh waktu untuk bekerja.dan beberapa bulan kemudian ustad kami melatih santri musholah al khoiriyah dan Alhamdulillah sedikit demi sedikit menjadi lebih baik.
     Setelah alunan music alat hadroh sudah mulai bagus sedikit kami terkendala kembali dengan hal hal lain yaitu tentang pengeras suara,saat itulah kami bergema sholawat kepada nabi besar Muhammad SAW tanpa pengeras suara jadiii suara ustad kami bersholat tidak terdengar oleh santri yang memainkan alat music hadroh ,tak lama kemudian remaja islam masjid membeli pengeras suara yang baru dan kami di tawari untuk memakai alat pengeras suara tersebut.
#

  Waktu terus berjalan hingga beberapa bulan kemudian,kami mendapatkan kembali sumbangan dari hamba alloh berupa specker shoun.Dari situlah ada santri baru yang masuk ke grou hadroh kami,santri itu namanya miko afriansyah

    Taktahu ini kebetulan atau tidak yaa.pada saat itu pula santri baru tadi yang baru bergabung dengan group hadroh kami dia adalah sesosok orang yang cukup pandai di bidang shoun sistem,maka itulah beliau meminjami alat – alat shoun sistem miliknya.

     Sela waktu beberapa tahun kemudian ,terlintas fikiran untuk membeli alat hadroh yang baru lagi,tetapi dari mana lagi dana untuk membeli alat hadroh yang baru lagi !.....  Dan muncul ide dari ustad kami ,yaitu (mbawon) itu adalah bahasa rejomulyo,yang artinya yaitu menjadi buruh panen padi di sawah milik orang,karena pada saat itu di desa kami lagi musim panen padi.sedikit demi sedikit mengumpulkan upah dari hasil mbawon tadi ,heehe keren ya bahasanya.alhamdulillah kami dapat juga memiliki 1 seet alat hadroh yang baru lagi.
       Waktu demi waktu ,group hadroh kami mendapat undangan untuk beberapa kalinya dalam acara tasyakuran ,khitanan,perikahan,dll.dari situlah mulainya pemasukan kas dari tuan rumah yang mengundang kami.
      Pada suatu hari ,group hadroh kami diberikan waktu untuk mengisi kekosongan acara di acara maulid nabi Muhammad SAW di Masjid Jami’ Al-Hidayah Desa Rejomulyo ,

    
       Beberapa bulan lagi ,kami mulai mbawon lagi,hehehe,hanya itu yang bias dilakukan oleh kami demi mendapatkan dana,dan dana ini kami gunakan untuk membeli perlengkapan shoun sistem sendiri,agar tidak meminjam milik risma lagi.

          Dan pada saat itu group kami belum mempunyai baju seragam hadroh,beberapa waktu kemudian kami membuat seragam hadroh kami dengan dana perorangan,dan inilah foto bersama kyai.A.Sajidin dengan menggunakan baju baru kamii….

   
        Waktu terus berjalan, sehingga Desa Rejomulyo demam sholawat hadroh,sehingg kami group sering sekali di undang oleh masyarat maupun anggota kami untuk acara tasyakuran,pernikahan dll untuk begema sholawat,sehingga dari situ Alhamdulillah group kami mendapat masukan berupa uang kas dari tuan rumah yang mengundang kami.
Bahkan bukan hanya desa kami saja yang demam dengan sholawat hadroh, desa-desa lain pun juga demam dengan sholawat hadroh,sehingga dari suatu desa mengadakan acara sholawat hadroh ,yang dinamakan wagean ,
wagean yaitu sama seperti pengajian ,tetapi pengajian kali ini diganti dengan sholawat hadroh ,tidak hanya dari satu desa itu saja bahkan dari desa-desa lain pun juga mengikuti kegiatan itu,diantaranya yaitu

Desa Rejomulyo
Desa marga jaya
Desa margototo
Desa karang anyar
Desa sukadamai
Desa sumber agung
Desa pancasila
Dll.
Desa-desa ini terdiri dari dua kecamatan yaitu kecamatan Jati Agung dan kecamatan Natar.

       Sampai sekarangpun Desa Rejomulyo masih demam sholawat hadroh ,Alhamdulillah group kami sering di undang dalam acara mereka.


Sekian dulu ya cerita dari kami,semoga kita bisa berjumpa lagi di lain waktu
Namun sebelum saya pamit ,apabila ada kesalahan dalam kata,pengetikan dan bahasa yg kurang sopan,kami semua mohon maaf  ya ….

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ