السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
AWAL
MULA BERDIRINYA GROUP HADROH SIROJUSSHOLIHIN
Desa
Rejomulyo Kec,Jati Agung Lampung Selatan.
Salam silaturahim kami haturkan Kepada rekan – rekanku yang setia
mengunjungi blog kami ini ,semoga kita semua selalu diberikan limpahan
rahmat,nikmat dan kesejahteraan jasmani,rohani sehingga kita dapat menjalankan
kewajiban untuk selalu taat Kepada Alloh SWT,dan mudah-mudahan kita mendapat
rizki yang berkah,amiin…..
Disini Kami akan memberitahukan tentang
sejarah group hadroh kami yaitu garoup hadroh sirojussholihin,sebelum kami
mulai cerita ,izinkan kami untuk mengenalkan ustad – ustad kami yaaa…………….
Pengasuh
majelis ta'lim Sirojussholihin Musholah AL - Khoiriyah
Desa Rejomulyo Kec,Jati Agung Lampung Selatan

Nama : Ustad. Sholihun
Beliau
adalah ketua dari group hadroh kami dan juga sebagai pembimbing kami di majelis
ta'lim sirojussholihin.
Beliau adalah Pembina
group hadroh sirojussholihin
Itulah beberapa ustad dan juga abah yai kami,Dan selanjutnya kami akan mulai cerita tentang sejarah group hadroh kami yaa……..
Awal mula berdirinya group hadroh kami adalah ketika para ustad kami yang di atas tadi berfikir ,bahwasanya di musholah kami ini tidak ada kegiatan apa – apa,hanya kegiatan mengaji saja,dari situlah awalnya group hadroh kami.Pada saat itu kami bingung dari mana dana untuk membeli 1 seet alat hadroh.Tak lama kemudian Alloh SWT memberi jalan untuk kemudahan group hadroh kami soal dana ,yaitu dana sumbangan dari hamba alloh .Dari situlah kami memiliki satu set alat hadroh.dan pada saat alat hadroh sudah ada ustad kami mengajari santri* risma al iman untuk belajar memainkan alat hadroh yang baru itu.tak lama kemudian latihan itu terhenti karena para santri tersebut terhalangi oleh waktu untuk bekerja.dan beberapa bulan kemudian ustad kami melatih santri musholah al khoiriyah dan Alhamdulillah sedikit demi sedikit menjadi lebih baik.Setelah alunan music alat hadroh sudah mulai bagus sedikit kami terkendala kembali dengan hal hal lain yaitu tentang pengeras suara,saat itulah kami bergema sholawat kepada nabi besar Muhammad SAW tanpa pengeras suara jadiii suara ustad kami bersholat tidak terdengar oleh santri yang memainkan alat music hadroh ,tak lama kemudian remaja islam masjid membeli pengeras suara yang baru dan kami di tawari untuk memakai alat pengeras suara tersebut.#
Waktu terus berjalan hingga beberapa bulan
kemudian,kami mendapatkan kembali sumbangan dari hamba alloh berupa specker
shoun.Dari situlah ada santri baru yang masuk ke grou hadroh kami,santri itu
namanya miko afriansyah
Taktahu ini kebetulan atau tidak yaa.pada
saat itu pula santri baru tadi yang baru bergabung dengan group hadroh kami dia
adalah sesosok orang yang cukup pandai di bidang shoun sistem,maka itulah
beliau meminjami alat – alat shoun sistem miliknya.
Sela
waktu beberapa tahun kemudian ,terlintas fikiran untuk membeli alat hadroh yang
baru lagi,tetapi dari mana lagi dana untuk membeli alat hadroh yang baru lagi
!..... Dan muncul ide dari ustad kami
,yaitu (mbawon) itu adalah bahasa rejomulyo,yang artinya yaitu menjadi buruh
panen padi di sawah milik orang,karena pada saat itu di desa kami lagi musim
panen padi.sedikit demi sedikit mengumpulkan upah dari hasil mbawon tadi ,heehe
keren ya bahasanya.alhamdulillah kami dapat juga memiliki 1 seet alat hadroh
yang baru lagi.
Waktu demi waktu ,group hadroh kami
mendapat undangan untuk beberapa kalinya dalam acara tasyakuran ,khitanan,perikahan,dll.dari
situlah mulainya pemasukan kas dari tuan rumah yang mengundang kami.
Pada suatu hari ,group hadroh kami
diberikan waktu untuk mengisi kekosongan acara di acara maulid nabi Muhammad
SAW di Masjid Jami’ Al-Hidayah Desa Rejomulyo ,
Beberapa bulan lagi ,kami mulai mbawon
lagi,hehehe,hanya itu yang bias dilakukan oleh kami demi mendapatkan dana,dan
dana ini kami gunakan untuk membeli perlengkapan shoun sistem sendiri,agar tidak
meminjam milik risma lagi.
Dan pada saat itu group kami belum mempunyai
baju seragam hadroh,beberapa waktu kemudian kami membuat seragam hadroh kami
dengan dana perorangan,dan inilah foto bersama kyai.A.Sajidin dengan
menggunakan baju baru kamii….
Waktu terus berjalan, sehingga Desa Rejomulyo demam sholawat hadroh,sehingg kami group sering sekali di undang oleh
masyarat maupun anggota kami untuk acara tasyakuran,pernikahan dll untuk begema
sholawat,sehingga dari situ Alhamdulillah group kami mendapat masukan berupa
uang kas dari tuan rumah yang mengundang kami.
Bahkan bukan hanya desa kami saja
yang demam dengan sholawat hadroh, desa-desa lain pun juga demam dengan sholawat
hadroh,sehingga dari suatu desa mengadakan acara sholawat hadroh ,yang
dinamakan wagean ,
wagean yaitu sama seperti pengajian ,tetapi
pengajian kali ini diganti dengan sholawat hadroh ,tidak hanya dari satu desa
itu saja bahkan dari desa-desa lain pun juga mengikuti kegiatan itu,diantaranya
yaitu
Desa Rejomulyo
Desa marga jaya
Desa margototo
Desa karang anyar
Desa sukadamai
Desa sumber agung
Desa pancasila
Dll.
Desa-desa ini terdiri dari dua
kecamatan yaitu kecamatan Jati Agung dan kecamatan Natar.
Sampai sekarangpun Desa Rejomulyo masih
demam sholawat hadroh ,Alhamdulillah group kami sering di undang dalam acara
mereka.
Sekian dulu ya cerita dari
kami,semoga kita bisa berjumpa lagi di lain waktu
Namun sebelum saya pamit ,apabila
ada kesalahan dalam kata,pengetikan dan bahasa yg kurang sopan,kami semua mohon
maaf ya ….
وَ
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Tidak ada komentar:
Posting Komentar